Good Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaan yang Baik)

Seiring dengan kompleksitas kegiatan usaha perasuransian dan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam penerapan prinsip tata Kelola perusahaan yang baik (GCG), PT Asuransi Himalaya Pelindung berkomitmen untuk selalu menerpakna dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar GCG yaitu keterbukaan (transparancy), akuntabilitas (accountability), tanggung jawab (responsibility), kemandirian (independency), dan kewajaran (fairness).

Berdasarkan hasil penilaian mandiri penerapan prinsip-prinsip GCG tahun 2014 yang telah disampaikan ke OJK melalui surat perusahaan No. 035/DIR.AHP/III/2015 pada tanggal 02 Maret 2015 telah melakukan pengembangan baik dalam struktur, sistem, dan dokumen dalam kaitannya dengan GCG yaitu:

1. Struktur

Struktur pada susunan Dewan Komisaris dan Direksi perusahaan sesuai POJK No. 2/POJK.06/2014 PT Asuransi Himalaya Pelindung adalah sebagai berikut:

Komisaris

Presiden Komisaris : Josef Sunarwinto, SE

Komisaris Independen : Bisma Subrata, B.Sc., Dipl. Insurance, CIP, CRGP

Direksi

Presiden Direktur/CEO : Dr. Kornelius Simanjuntak, SH, MH, AAIK,CIP, QIP

Wakil Presiden Direktur : Diana Tjandra Gunawan, AAAIK, CIP

Direktur Keuangan: Tomy Wardana, SE

Direktur Eksekutif Pengawasan dan Pengembangan Cabang: Lie Ferly, BBA

Direktur Eksekutif Divisi Pemasaran : Dra. Diah Kusumawati, AAAIK, ANZIIF (Assoc)


Perusahaan melakukan upgrade IT program sehingga dapat mendukung operasional perusahaan dan perkembangan yang lebih baik dalam pembuatan kebijakan perusahaan. PT Asuransi Himalaya Pelindung selalu berpegang pada prinsip GCG.

2. Sistem

  • PT Asuransi Himalaya Pelindung mengadakan rapat antar Dewan Komisaris dan Direksi secara rutin.
  • PT Asuransi Himalaya Pelindung secara berkelanjutan menerapkan, mengevaluasi, dan mengembangkan system pengendalian internal dan manajemen risiko termasuk mengikuti pelatihan/ pendidikan terkait akan manajemen risiko.

3. Dokumen
Sebagai komitmen terhadap penerapan GCG, PT Asuransi Himalaya Pelindung telah melakukan pemetaan berbagai komite yang dipersyaratkan oleh peraturan OJK no.2/POJK.05/2014 yang terdiri atas:

  • Komite Audit

Tugas Komite Audit:

- Memantau dan memastikan tugas auditor internal dilaksanakan dengan efektif
- Melakukan pemantauan dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan internal audit
- Memberikan advis/rekomendasi untuk koreksi dan perbaikan atas pelaksanaan operasional yang tidak tepat atau belum sempurna.
- Melakukan koordinasi dan bekerjasama dengan tim audit internal perusahaan terkait tindakan korektif (perbaikan) yang perlu dilakukan Perusahaan.

  • Komite Tata Kelola

Tugas Komite Tata Kelola:

- Pemantauan pelaksanaan strategi Manajemen Risiko yang telah disetujui oleh Direksi
- pemantauan posisi risiko secara keseluruhan (composite), per jenis    Risiko dan per jenis aktivitas fungsional serta melakukan stress testing;
- Kaji ulang secara berkala terhadap proses Manajemen Risiko;
- Pengkajian usulan aktivitas dan atau produk baru;
- Evaluasi terhadap akurasi model dan validitas data yang digunakan untuk mengukur Risiko, bagi Perusahaan yang menggunakan model untuk keperluan intern (internal model);
- Memberikan rekomendasi kepada satuan kerja operasional (risk taking unit) dan atau kepada komite Manajemen Risiko, sesuai kewenangan yang dimiliki;
-Menyusun dan menyampaikan laporan profil/komposisi Risiko kepada Direksi /Manajemen atau direktur yang ditugaskan secara khusus dan komite Manajemen Risiko secara berkala.

  • Komite investasi

Tugas Komite Investasi:

- Menyusun dan menetapkan kebijakan perusahaan dalam berinvestasi untuk memperoleh hasil investasi yang maksimal dengan risiko yang rendah.
- Menjaga dana perusahaan dan mengembangkan dana perusahaan dengan menginvestasikan sebaik-baiknya.
- Memaksimalkan dana perusahaan yang ada dengan sebaik-baiknya untuk diinvestasikan dengan tetap mempertahankan pelayanan pembayaran klaim yang cepat.
- Tetap memperhatikan tingkat solvabilitas dan perhitungan solvabilitas di dalam penempatan investasi perusahaan.
- Menginformasikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris setiap perubahan investasi yang signifikan dari kebijakan yang sudah ditetapkan perusahaan.
- Pelaksanaan Harian melaksanakan tugas sehari-harinya dibantu oleh Tim Keuangan yang di bawah supervisi Pelaksana Harian.
- Pelaksanaan Harian melaporkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kepada Direksi.
- Melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan kejujuran dan itikad baik.

  • Komite pengembangan produk

Tugas Komite Pengembangan Produk:
- Melakukan pengamatan atas kebutuhan produk asuransi
- Melakukan rancangan produk sesuai kebutuhan
- Melakukan evaluasi atas desain produk yang akan dipasarkan
- Melakukan pelaporan produk ke OJK
-  Melakukan pemantauan dan evaluasi atas hasil penjualan produk baru tersebut

 

  • Komite pemantau risiko

Tugas Komite Pemantau Risiko:

- Pemantauan pelaksanaan strategi Manajemen Risiko yang telah disetujui oleh Direksi
- pemantauan posisi risiko secara keseluruhan (composite), per jenis Risiko dan per jenis aktivitas fungsional serta melakukan stress testing;
- Kaji ulang secara berkala terhadap proses Manajemen Risiko;
- Pengkajian usulan aktivitas dan atau produk baru;
- Evaluasi terhadap akurasi model dan validitas data yang digunakan untuk mengukur Risiko, bagi Perusahaan yang menggunakan model untuk keperluan intern (internal model);
- Memberikan rekomendasi kepada satuan kerja operasional (risk taking unit) dan atau kepada komite Manajemen Risiko, sesuai kewenangan yang dimiliki;
- Menyusun dan menyampaikan laporan profil/komposisi Risiko kepada Direksi /Manajemen atau direktur yang ditugaskan secara khusus dan komite Manajemen Risiko secara berkala.